Ruang untuk Tumbuh Bersama

Di Mana Waktu Berhenti dan Pikiran Mulai

Karena tidak semua yang berharga harus cepat. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, kami hadirkan ruang untuk berpikir tenang, membaca mendalam, dan bertumbuh bersama. Lebih dari perpustakaan—ini adalah rumah kedua untuk jiwa pencari ilmu.

Interior Perpustakaan

Salam Daya Baca

BDT hadir sebagai alternatif dari ruang-ruang publik yang bersifat konsumeristik. Di saat dunia tergila-gila dengan kecanggihan dunia virtual. kami memilih menghadirkan sebuah ruang berbentuk perpustakaan fisik. Di tengah masyarakat yang mengglorifikasi kehidupan instan serta berorientasi pada hasil yang lebih penting daripada proses, kami mengajak masyarakat untuk berproses, dimulai dari membaca buku konvensional. Pengingat bahwa nasi yang ada di piring tidak terjadi begitu saja sebagaimana di dunia virtual. Ada proses panjang, mulai dari menanam padi hingga memasaknya. Seperti itu juga saat kita membaca sebuah buku, membaca satu persatu kata dari judul hingga penutup.

BDT merupakan simbol pengingat bahwa selama masih memiliki raga, manusia tidak bisa terlepas dari proses manual. Dunia virtual tidak akan menghilangkan kebutuhan kita akan hal-hal dasar seperti makan, tidur, dan bernapas. Selain itu manusia sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan interaksi tanpa sekat virtual. BDT bukan sekadar perpustakaan untuk menyimpan buku, tetapi untuk menyimpan, merawat dan mengembangkan pengetahuan.